Loading...
Minggu Kliwon, 22 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Sudut Pengarang
Cara Kerja Kritik Sastra

Cara Kerja Kritik Sastra

Sudut Pengarang•22 November 2025

Most Read

1

Cara Kerja Kritik Sastra

Sudut Pengarang
2

Menginvestigasi Sajak Hermetik Nirwan Dewanto

Sudut Pengarang
3

Yohan Fikri Bicara tentang Puisi, Anjing, dan Manusia yang Terbuang

Sudut Pengarang
4

Duri dan Kutuk, Simbol Hukuman dan Konsekuensi Perbuatan

Sudut Pengarang
5

Dari Arsip Menjelma Cerita

Sudut Pengarang

Most Read

1

Cara Kerja Kritik Sastra

Sudut Pengarang
2

Menginvestigasi Sajak Hermetik Nirwan Dewanto

Sudut Pengarang
3

Yohan Fikri Bicara tentang Puisi, Anjing, dan Manusia yang Terbuang

Sudut Pengarang
4

Duri dan Kutuk, Simbol Hukuman dan Konsekuensi Perbuatan

Sudut Pengarang
5

Dari Arsip Menjelma Cerita

Sudut Pengarang
Cara Kerja Kritik Sastra
R.H Authonul Muther
Sudut Pengarang

Cara Kerja Kritik Sastra

Kedalaman, kejernihan, dan ketepatan analisis menjadi komponen penting dalam kritik sastra. Meski begitu, bagi R.H. Authonul Muther, itu bukan pekerjaan sederhana. Sebab, kerja kritikus bukanlah kerja mekanistik, juga bukan kerja kerajinan tangan. ”Artinya, suatu karya memiliki ’hukum fisika bentuk yang pasti’ beserta konsekuensi-konsekuensi turunannya. Dan, tidak ada satu teori atau satu hukum yang bisa menjawab sembarang fenomena,” ujar pemenang pertama kritik sastra Piala H.B. Jassin 2025 dengan judul Ke Arah Museum Revolusi dalam Dua Investigasi tersebut. Karena setiap karya sastra itu khas, lanjut dia, memaksakan satu teori untuk membaca sembarang karya adalah pilihan buruk. Misalnya, tepat jika kita menggunakan semesta sufisme sebagai alat baca terhadap karya-karya Amir Hamzah. Sebaliknya, akan menjadi ”salah kamar” jika digunakan untuk menganalisis Ke Arah Museum Revolusi. Beberapa sajak karya Nirwan Dewanto tersebut memang beririsan dengan alam rohani semacam itu, tapi tidak menjadi roh utama dari keseluruhan tubuh buku. ”Pemaksaan-pemaksaan tafsir yang sedemikian rupa juga sebentuk kekeliruan,” katanya. Lebih lanjut, Authonul menjelaskan bahwa karya sastra adalah semesta lebenswelt: dunia-kehidupan. Alhasil, semua karya sastra pada dasarnya dapat didekati oleh berbagai disiplin ilmu lain. Ia mencontohkan novel Saman karya Ayu Utami yang bisa dibaca melalui pendekatan psikologi, biologi, ekologi, teologi, sosiologi, maupun antropologi. Namun, pendekatan yang terlalu bebas...

22 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001